Pages

Jumat, 22 Oktober 2010

PIS 10-09_Pengenalan Hardware Motherboard

Apa itu Motherboard??

Sekarang kita akan membicarakan mengenai salah satu komponen yang terdapat pada komputer. Motherboard (sering disebut juga dengan Mainboard atau mobo) dapat diibaratkan sebuah kota yg berisi gedung-gedung, rumah, jalan-jalan raya, beserta infrastruktur lainnya. Secara teknis, motherboard adalah sebuah "kota" sesungguhnya dari sistem komputer. Gedung-gedung dapat diibaratkan sebagai device (periferal), rumah sebagai kumpulan chipset dan jalan-jalan dapat diibaratkan sebagai sirkuit elektrik yang menghubungan setiap device tersebut. Power Supply yang memberikan energi yang 'menghidupkan' kota dapat diibaratkan sebagai pusat pembangkit listrik.

Secara nyata, motherboard pada dasarnya adalah sebuah kepingan papan electronic (PCB / Printed Circuit Board) yg berfungsi untuk menyediakan tempat (socket, slot & connector) bagi komponen-komponen tersebut, lalu mengatur dan mengkoordinir mereka agar dapat bekerjasama dengan baik. Komponen itu (atau bisa disebut sebagai periferal / device) seperti processor, memory, video card (VGA), device connector (printer, sacnner, monitor), dan sebagainya. Wadah tempat mereka diletakkan pada processor mempunya istilah tersendiri seperti socket, slot atau connector. Contoh : socket processor, slot PCI Card, slot memory (atau biasa disebut salah satu : SIMM, DIMM, RIMM), atau connector USB.

Motherboard mendapat supply tenaga dari sebuah power supply, dimana voltase akan dialirkan melalui sebuah power connector. Seluruh periferal yg terinstal dengan MB akan mendapat pasokan power ini. Dipasaran tersedia berbagai varian power supply, yaitu 250w, 300w atau sampai 500w.


Alur Komunikasi Motherboard


Alur komunikasi pada motherboard ada 2 yaitu NORTHBRIDGE dan SOUTHBRIDGE, yang pertama:

- NORTHBRIDGE adalah chipset utama yang bekerja sebagai pengatur alur kerja processor dalam berhubungan dengan sejumlah komponen lainnya.

- SOUTHBRIDGE adalah chipset pembantu yang mengatur kerja IO.









Bagaimana Cara Kerja Motherboard??

Ketika sebuah computer dinyalakan (power-on), yg pertama kali berproses adalah chip BIOS yg akan mem-verifikasi komponen yg dipasang sistem PC, seperti type processor, memory, add-on card, dan komponen lainnya. Biasanya semua komponen ini akan dideteksi otomatis oleh BIOS, dan disalin dalam list (daftar) yg dapat dilihat oleh user. BIOS mendapatkan power dari sebuah battere yg berfungsi ketika computer dimatikan (power-off), jadi data yg disimpan pada chip tidak akan hilang. Ketika BIOS selesai memverifikasi informasi dari seluruh komponen yg terinstall, maka tugas akan beralih ke chipset yg mengontrol seluruh device / komponen. Chipset mengatur processor ketika menginstruksikan atau meminta data dari memory, transfer dari memory ke HDD dan komponen I/O yg ada.

Pertamakali system akan mendeteksi OS (System Operasi) yg dipakai, dari sinilah system hardware & software akan terhubung dan bekerjasama. Jika OS dapat dideteksi maka system akan bekerja sebagaimana mestinya. Beberapa macam OS yg umum digunakan adalah Microsoft Windows, Linux atau DOS.



BIOS

Di atas kita udah ngomongin tentang BIOS. Nah, Sebenarnya apakah BIOS itu?? Setiap komputer pasti punya BIOS (Basic Input / Output System) merupakan instruksi perangkat elektronik yang digunakan komputer untuk memulai sistem beroperasi. BIOS terletak pada chip di dalam komputer dan dirancang secara khusus untuk melakukan operasi awal sebuah komputer. Bios disimpan atau ditanamkan di ROM ( read only memory ). Alat ini sangat penting, karena nafas awal komputer ada disini.


Fungsi utama BIOS adalah untuk memberikan instruksi untuk Power-on self test (POST). Tes untuk memastikan bahwa komputer memiliki semua bagian yang diperlukan dan fungsi yang dibutuhkan untuk mulai beroperasi adalah baik, seperti penggunaan memori, keyboard dan bagian lainnya. Jika ada kesalahan yang terdeteksi pada saat tes, maka BIOS memerintahkan komputer untuk memberikan kode yang mengungkapkan masalah tersebut. Kode Kesalahan biasanya serangkaian beep terdengar lama setelah startup.

BIOS juga bekerja untuk memberikan komputer informasi dasar tentang bagaimana berinteraksi dengan beberapa komponen penting, seperti drive dan memori, yang akan memuat sistem operasi. Setelah petunjuk dasar telah dimuat dan self-test telah sukses, komputer dapat melanjutkan dengan memuat sistem operasi dari salah satu drive terpasang.

Setiap Motherboard memiliki yang namanya Bios, dan bila bios ini rusak maka kemungkinan besar motherboard tidak dapat digunakan kembali ( kecuali bios di install ulang atau di upgrade ). Karena Bios ditanamkan di ROM, maka kemungkinan kita hanya bisa merubah pengaturan yang telah ada, misalkan kita merubah besarnya memory yang digunakan untuk VGA yang berjenis onboard, atau mengubah waktu dan tanggal, serta mengubah settingan dasar lainnya. Namun yang paling sering dirubah dan perlu diketahui yaitu merubah urutan booting, dan mengecek ada tidaknya suatu komponen komputer yang kita pasang. Misalkan kita memasang harddisk di komputer kita, namun setelah kita cek dibios tidak ada harddisk maka kemungkinan harddisk tidak terpasang dengan benar, jadi bios ini sangat penting peranannya bagi jalannya sistem komputer.

Ada berbagai macam merek Bios, tergantung motherboard yang kita pakai . Yang terkenal yaitu, Award BIOS, AMI BIOS, Phoenix BIOS, dll. Jika anda akan merubah settingan bios, anda dapat melakukannya pada saat proses booting (menyalakan komputer), setiap Bios memiliki cara masing masing untuk masuk ke dalam Menu biosnya, yang paling umum adalah menekan tombol del atau alt+f4. Lihat saja petunjuk yang keluar dilayar monitor pertama kali komputer dinyalakan.

Istilah BIOS pertama kali muncul dalam sistem operasi CP/M, yang merupakan bagian dari CP/M yang dimuat pada saat proses booting dimulai yang berhadapan secara langsung dengan perangkat keras (beberapa mesin yang menjalankan CP/M memiliki boot loader sederhana dalam ROM). Kebanyakan versi DOS memiliki sebuah berkas yang disebut "IBMBIO.COM" (IBM PC-DOS) atau "IO.SYS" (MS-DOS) yang berfungsi sama seperti halnya CP/M disk BIOS.

Fungsi Bios

1. Mengenali semua hardware / perangkat keras yang terpasang pada PC / Komputer.

2. Inisialisai ( Penyalaan ), serta pengujian terhadap semua perangkat yang terpasang ( Dalam proses yang dikenal dengan istilah Power On Self Test)

3. Mengeksekusi MBR ( Master Boot record ) Yang berada pada sector pertama pada harddisk, yang fungsinya ialah untuk memanggil Sistem Operasi dan Menjalankannya.

4. Mengatur beberapa konfigurasi dasar dalam komputer (tanggal, waktu, konfigurasi media penyimpanan, konfigurasi proses booting/urutan booting, kinerja, serta kestabilan komputer)

5. Membantu sistem operasi dan aplikasi dalam proses pengaturan perangkat keras dengan menggunakan BIOS Runtime Services.

Jenis BIOS yang saat ini sangat banyak digunakan adalah:

  • AWARD BIOS
  • AMI BIOS
  • Phoenix BIOS


Untuk masuk pada menu BIOS ada berbagai macam cara tergantung dari BIOS yang anda gunakan. Untuk Award dan Ami umumnya menggunakan tombol Delete pada saat pertama kali komputer di nyalakan.

Tipe BIOS ada dua, yaitu GUI dan Non GUI. Vendor adalah penyalur suatu perangkat baik hardware maupun software. Sedangkan vendor bios sendiri adalah IBM bios, award bios, AMI bios dan phoenix bios.

Kesimpulan praktikum tanggal 19 Oktober 2010 adalah mereview kembali mengenai materi sebelumnya tentang cara merakit motherboard. Tetapi pada minggu ini, kami bisa melihat langsung komponen-komponen yang terdapat pada motherboard dan mengenal langsung komponen-komponen tersebut


Kamis, 14 Oktober 2010

Selamat Ulang Tahun, Mama!!

Seharusnya tulisan ini aku posting dua hari yang lalu. Tapi karena tugas yang seabrek, jadinya aku gak bisa berurusan dulu dengan blog.

Dua hari yang lalu, tepat tanggal 12 Oktober 2010, adalah hari yang istimewa bagi Mamaku. Ya, hari itu beliau berulang tahun. Ya Allah, senang dan bahagianya aku. Mama masih di berikan umur yang panjang oleh Allah. Tapi, kesedihan melandaku juga. Ini pertama kalinya aku tidak berada di dekat Mama saat beliau berulang tahun. Yah, mau gimana lagi, ini kan demi pendidikanku. Biarlah sekarang aku jauh, tapi Insya Allah kelak aku bisa sukses agar bisa membahagiakan orangtua aku.

Aku awalnya bingung, apa yang harus aku lakukan untuk ulang tahun Mama kali ini?? Hadiah apa yang bisa aku berikan?? Selalu itu yang aku pikirkan. Apalagi sekarang aku sangat jauh dari Mama. Seperti biasa, jika aku sedang bingung dan banyak pikiran, pasti heboh. Yang awalnya diem, bisa mendadak teriak-teriak sendiri. Pokoknya tidak menentu, namanya juga orang yang galau-an. Tapi aku jadi teringat sesuatu, do'a anak yg sholeh/sholehah yang paling di perlukan oleh orangtua. Yah, aku tau, do'a lah yang paling penting, do'a yang tulus. Itu sedikit menginspirasiku.

Tepat pukul 00.00 tanggal 12 Oktober, aku langsung menelepon Mama. Ya, hanya untuk mengucapkan selamat ulang tahun. Aku tak terlalu memusingkan jadwal kuliah pagiku esok hari. Yang terpenting bagiku adalah Mama. Lagi-lagi, aku sempat galau untuk menelepon Mama. Bukan apa-apa. Aku takut, aku akan menangis saat berbicara dengan Mama. Di hari biasa saat menelepon Mama saja, aku selalu meneteskan air mata. Walaupun suaraku mengeluarkan gelak tawa, tapi tetap saja, aliran sungai itu menganak di pipi ku. Apalagi saat itu, hari spesial buat Mama. Aku sangat yakin akan menangis lagi, bahkan saat aku mengucapkan kata pertama. Satu hal yang pasti, aku tidak suka dan malu jika ketahuan sedang menangis, sekalipun itu oleh orangtuaku. Bagiku, menangis itu hanya akan menunjukkan kelemahan kita. Dan aku tak mau terlihat lemah. Bodoh?? Ya, pemikiranku memang bodoh. Walaupun begitu, masih ada waktu-waktu saat air mataku tak mampu aku tahan di depan orang lain. Dan pada saat itu, pasti aku sedang dalam keadaan yang sangat lemah dan rapuh.

Mama mengangkat teleponku. Cukup berat awalnya aku akan mengeluarkan kata-kata. Segala rangkaian kata-kata yang sudah ku susun, mendadak hilang tak berbekas. Beberapa detik aku hanya terdiam. Mama dari seberang sana sudah berbicara. Aku mulai menarik napas dan menghembuskannya perlahan.

“Ada apa Nin??” begitu tanya Mama.

“Selamat ulang tahun Mama…” hanya kata itu yang mampu aku ucapkan. Karena, seperti yang aku bilang, perbendaharaan kataku lenyap. Aku tau, Mama di sana tersenyum. Ah, aku jadi merindukan senyuman Mama.

“terima kasih, nak…” itu yang Mama ucapkan. Detik selanjutnya, kami hanyut dalam cerita-cerita antara Ibu dan anak. Saat itu, aku jadi teringat sesuatu. Papa sedang tidak di rumah. Yah, Papa sedang ada urusan di kampung. Di saat Mama berulang tahun, Papa sedang tak di rumah dan aku pun tak berada di sisi Mama. Walaupun aku tau, pasti nanti Papa juga akan menelepon Mama, tetap saja kesedihan itu kian mendera. Rasa sesak di dada yang sedari tadi telah ku tahan, semakin kuat menyiksaku.

“jangan menangis Nina, jangan menangis…”aku berusaha mensugesti diri dengan kata-kata itu. Tapi nyatanya, bendunganku sangat lemah, air itu kembali mengalir.

Hal yang mampu aku lakukan jika sudah menangis adalah menyamarkannya dengan gelak tawa. Munafik memang. Tapi mau bagaimana lagi, begini lah aku.

Beberapa saat sebelum mengakhiri telepon kami, entah mengapa perasaan sedihku kian menjadi. Isak tangis yang telah kusamarkan dengan gelak tawa akhirnya tak mampu ku tahan. Aku menangis. Ya, aku menangis saat berbicara dengan Mama. Masa bodoh dengan gengsiku. Aku hanya ingin meluapkan perasaanku. Tapi karena isak tangis itu, aku kembali menemukan kata-kataku.

“Mama…semoga Mama panjang umur, sehat selalu dan semoga Mama di berikan kesabaran oleh Allah menghadapi semua cobaan. Nina tau, Mama adalah orang yang paling sabar...dan semoga selalu begitu. Satu lagi, semoga keinginan Mama untuk naik haji bisa segera terwujud” aku mengucapkannya sambil terisak.

“iya, Amiiinnn…terima kasih ya Nin…sudah, tidur sana!! Besok kuliah jam berapa??” Tanya Mama.

“jam tujuh”

“sudah tidur sana. Jangan begadang. Tugas udah di kerjakan??”

“sudah” ah, mengapa aku cuma mampu mengucapkan satu dua kata saja?? Aku kan biasanya adalah orang yang cerewet. Aku sedikit mengutuki diriku sendiri.

“Ya, Mama tutup ya. Assalammu’alaikum…”

“Wa’alaikumsalam…”

Mama…aku memang belum sepenuhnya mampu membahagiakanmu. Tapi aku selalu berusaha mewujudkan mimpiku itu. Mimpi agar Mama dan Papa bisa bahagia dan bangga denganku. Dan di hari ulang tahunmu ini, aku hanya mampu mengirimkan do’a. Do’a yang tulus dari hatiku. Kado?? Semoga saat aku pulang nanti aku mampu memberikannya. Yah, itu harus aku masukkan dalam agenda keinginanku.

14 Oktober 2010

1:10:42 PM

Minggu, 10 Oktober 2010

Kegiatan 101010





Yak, hari ini adalah tanggal 10 bulan 10 tahun 2010. Tanggal yang spesial tentunya. Tapi sepertinya salah satu #Octoberwish aku nggak terkabul, jadian di tanggal yang spesial ini. Jangankan jadian, kecengan aja nggak ada -,-. Eh, aku kesini kan buat sekolah?? Bukan buat nyari cowok -_-a Sudahlah, kenapa malah mikir itu. Sudah dapat di pastikan bakalan banyak yang melakukan resepsi pernikahan pada hari ini, salah satunya selebritis Indonesia, Indra Bekti. Kau berpikir aku akan bercerita tentang pernikahan Indra Bekti?? Kau salah. Bukan, bukan itu yang mau aku ceritakan. Kali ini aku bakal menceritakan sedikit kegiatan aku di hari Minggu yang cerah di kota Bandung Ini. Seperti biasa, setiap hari Minggu di kosan aku selalu melakukan kegiatan ke pasar bareng dan masak bareng. Semua itu di lakukan dengan modal patungan. Hanya di hari Minggu saja kami bisa seperti ini. Karena hari-hari lainnya, kami di sibukkan dengan kegiatan kuliah yang amat sangat menguras tenaga dan waktu kami. Dan hanya di hari Minggu kami bisa mendapatkan perbaikan gizi -,-

Tapi hari ini ada yang sedikit berbeda, bila hari Minggu biasanya kami melakukan semua kegiatan itu berenam, kali ini hanya berdua. Mengapa?? Sebelumnya, mari aku perkenalkan penghuni kosan aku. Penghuni kamar pertama itu Lisa dan Desi atau Puput. Karena di sini ada dua orang yang bernama Desi, maka dari itu, kami memanggilnya Puput. Lisa mahasiswi IT Telkom jurusan Teknik Fisika dan Puput mahasiswi Politeknik Telkom, dia satu kampus denganku, bahkan satu jurusan, Manajemen Informatika. Penghuni kamar kedua, Ahimsa atau biasa di panggil Himsa. Dia adalah mahasiswi IM Telkom jurusan Ilmu Komunikasi. Penghuni kamar ketiga, Desi. Nah, ini dia yang namanya samaan dengan penghuni kamar pertama. Dia juga mahasiswi IT Telkom, tetapi di jurusan Teknik Industri. Dan yang terakhir aku. Sebenarnya masih ada satu lagi penghuni kosan ini. Tapi dia tak pernah ikutan masak bareng kami. Dia masak dengan Bibinya. Namanya Kak Lia. Dia senior satu tahun di atas kami, mahasiswi IT Telkom yang belum ku ketahui jurusannya. Soalnya kak Lia masih baru di kosan ini.

Oke, seperti yang aku bilang di atas, di hari ini kami hanya berdua yang pergi ke pasar dan masak, aku dan Desi (ingat, Desi bukan Puput). Karena Politeknik mendapat libur selama 3 hari, jum'at, sabtu dan minggu, Puput memutuskan untuk berlibur di rumah keluarganya yang ada di Jakarta. Sedangkan Lisa menginap di kosan teman kampusnya sejak malam minggu. Dan terakhir, Himsa, mempunyai acara di kampusnya. Tinggal kami berdua, kan??

Pagi hari kami sudah berangkat menuju pasar Dayeuh Kolot mencari perlengkapan untuk memasak sekalian mencari petikan kompor (itu loh, pemutar yang di gunakan untuk menyalakan api pada kompor gas). Sampai di sana, sepertinya kami kepagian. Baru jam tujuh, mana ada toko yang buka?? Menghemat waktu, kami pun berbelanja kebutuhan dapur terlebih dahulu. Selesai berbelanja, masih belum ada toko yang buka. Sedangkan perut kami sudah melaksanakan aksi demo menuntut untuk diberi makan. Jadilah kami mencari sarapan terlebih dahulu.

Lagi-lagi, toko masih belum ada yang buka setelah kami sarapan. Jadilah kami memutar-mutari daerah Dayeuh Kolot ini. Dan hei, apa yang kami temukan?? Memang bukan harta karun. Kami menemukan kodim 0609!! Bukan itu sih yang buat berbeda. Tapi disana ada Tugu Bandung Lautan Api. Nah, dari pada sia-sia, mending kami foto-foto kan di sana?? Mumpung sifat narsis dan muka badak lagi melekat. Serta sedikit keistimewaan Bandung ada di dekat kami. Dannn...ya ampuuunnn....dengan sepenuh hati aku mengakui, kami berdua sangat terkesan katrok saat itu. Nggak ada malu-malunya!! Padahal itu di pinggir jalan lhoo...Ada bapak-bapak tentaranya lagi liatin kami berdua. Ditambah lagi, saat itu ada pengobatan gratis di kawasan itu. Dan bisa di pastiin cukup banyak yang lalu lalang di sekitar kami.

Sore harinya, Himsa udah pulang. Jadilah kami nongkrong di genteng kosan. Sepertinya, hari ini sifat narsis kami lagi mencapai titik tertingginya. Sehingga sore itu kami habiskan dengan berfoto-foto ria (lagi). Tapi sayang, aku tak bisa menunjukkan foto kami di sore hari, soalnya kami sedang tidak pakai jilbab. Penghuni kosan ini secara kebetulan memakai jilbab semua.

Sebenarnya pengalaman kami ini pengalaman yang biasa. Tapi tidak bagi kami yang saat itu seperti orang yang baru pertama kali menginjakkan kaki di kota. Yap, karena pengalaman kami ini, kami jadi ingin secepatnya menjalankan misi kami, menjelajahi seluruh Bandung!! Mulai dari tempat yang terkenal, sampai tempat yang biasa-biasa saja... ^_~

Our Friendship Story





Siaga, sebelas ia tiga. Aku ingat bagaimana dulu kami mendapatkan nama itu. Kami?? Ya, kami. Keluarga besar sebelas ia tiga, SMA N 2 Dumai di tahun 2008. Aku ingat, dulu nama Siaga tercipta lantaran kami di suruh mengikuti acara pesantren kilat di sekolah saat bulan puasa. Salah satu kegiatan pada pesantren kilat itu adalah tiap kelas harus menampilkan sebuah drama singkat yang bertema Ramadhan. Saat latihan, kami berpikir, apa nama yang bagus untuk nama kelas kami. Kalau harus menyebutkan ‘sebelas ia tiga’ rasanya terlalu panjang dan repot. Mulailah kami mengotak-atik nama ‘sebelas ia tiga’ itu. Cukup sulit awalnya, bahkan kami sempat memberikan usulan nama-nama yang ‘ajaib’. Yah, itu karena otak kami sudah sangat lelah dan perut yang mulai melantunkan musik-musik kroncong. Bayangkan, paginya kami mengikuti kegiatan pesantren, selesai pesantren kami langsung latihan, dan itu siang hari. CATET, SIANG HARI!! Kalau sekedar latihan sih tidak masalah, tapi setelah mengikuti kegiatan pesantren di pagi hari dan di lanjutkan harus latihan, aku rasa itu sudah sangat cukup menguras tenaga kami.

Setelah berpikir cukup lama, akhirnya di sepakati lah kami menyebut kelas kami dengan sebutan Siaga. Yang mengusulkan nama itu salah satu temanku, yaitu Fitri Wahyuni. Haha, aku juga sempat berpikir nama ini juga termasuk dalam kategori ‘ajaib’. Tapi kalau di pikir-pikir lebih jauh, ya bolehlah namanya Siaga, karena kelas-kelas yang lain harus ber-‘siaga’ terhadap kelas kami. Hei, bukan ber-siaga terhadap suatu kenakalan atau kejahatan kelas kami. Tapi Siaga terhadap semua kekompakan kami. Mari aku ceritakan sedikit tentang Siaga.

Di kelas ini, guru-guru bisa mendapatkan paket lengkap. Kalau mau mencari murid pintar, anak pengisi bangku juara di sekolah ada di sini. Kalau mau mencari murid bandel, di kelas ini juga di sediakan. Kalau mau mencari murid yang dengan kemampuan sedikit lebih lemah, kelas ini juga menyajikannya. Tipe apa lagi?? Kelas dengan ‘kegilaan’ penghuninya?? Sudah pasti, ada. Ini kan menu andalan disini (??). Sudah aku katakan, disini guru-guru bisa mendapatkan paket lengkap.

Aku juga ingat bagaimana dulu kami di kelas slalu nyanyi bareng-bareng. Jika ada pelajaran kosong atau istirahat pasti bakalan nyanyi sama-sama. Jika kau berpikir kami akan menyanyikan lagu-lagu jaman sekarang seperti lagunya si abang ganteng yang lagi booming, JB alias Justin Bieber, kau salah. Justru kami menyanyikan lagu-lagu yang sudah kelewat jadul. Lagu-lagu yang mungkin lebih sering di nyanyikan pada jaman orang tua kami. Seperti lagu Sepanjang Jalan Kenangan, Kemesraan, di Bawah Payung hitam (iya itu judulnya?? Aku lupa) dan lagu jadul lainnya. Terkadang kami juga menyanyikan lagu-lagu dangdut. Tapi yang paling kami sukai itu lagu Kemesraan. Bahkan kami menjadikan itu sebagai ‘lagu nasional’ kelas kami. Ngaco?? Mungkin. Tapi biarlah, justru itu menjadi kebahagiaan tersendiri bagi kami J

Apalagi ya??

Oh iya, ada yang perlu kau ketahui, hampir setiap penghuni kelas itu memiliki julukan masing-masing. Ada Einstein, kiting, kutil, kacang, tempo, gepeng, cina, bawang, gadis STM, Mano, Abin, Mbak Gita (namanya bukan Gita lhoo), Pak uwo, Miss Bukit, kak Joe, Cina, Gepeng, Kacang, Om Roy, Abang Ndut, Olive, Anak Pulau, Mamak, Bang Aji, Bang Udung (padahal dia cewe), Ambun, dan masih ada julukan aneh lainnya.

Huh, aku jadi kangen ama mereka

Kengen belajar bareng

Kangen jalan bareng

Kangen ngumpul bareng

Kangen gila-gilaan bareng

Kangen nyanyi-nyanyi bareng

Kangen manggil julukan masing-masing

Kangen semua keakraban anak Siaga…

Yah, sangat banyak kisah yang kami jalani bersama. Tak hanya senang, kisah sedih pun telah kami lewati bersama. Satu momen lagi yang nggak mungkin aku lupain. Yaitu saat kami kehilangan salah satu anggota Siaga. Mester. Ya, namanya Mester. Anak baik dan pintar yang harus pergi karena radang selaput otak yang menyerangnya. Aku ingat bagaimana dulu setiap bulan dia tidak masuk sekolah karena harus menjalani pengobatan. Awalnya kami tidak tau penyakit apa yang di deritanya, karena dia selau berusaha menutupi penyakitnya. Tapi akhirnya, perlahan-lahan kami tau, apa yang sedang di deritanya karena pembengkakan yang ada di pipinya kian membesar dan rambutnya yang semakin hari semakin habis.

Harus kau ketahui, Mester termasuk sosok yang tangguh. Hingga kenaikan kelas tiga dia masih bisa bertahan dari penyakitnya. Kami tetap berharap dia bisa sembuh. Walaupun sebenarnya kami tau, kemungkinan dia buat sembuh sangat kecil. Tak ada salahnya berharap, kan?? Tapi kisah lain telah Tuhan lukiskan. Walaupun hingga kelas tiga dia masih bertahan, dia sudah tak mampu untuk pergi ke sekolah. Tubuhnya kian lemah, hanya mampu berbaring di tempat tidurnya.

Saat kami kembali menjenguknya di kelas tiga itu, belakangan kami baru tau, itu adalah terakhir kalinya kami akan menjenguknya. Karena setelah itu, dia telah menghadap Sang Pencipta. Sedikit pun kami tak mampu menghentikan laju air mata ini melihat kondisinya. Sudah ada daging tumbuh di dalam mulutnya hingga menutup jalur tenggorokannya. Kau tau?? Tak ada makanan yang bisa masuk ke dalam tubuhnya. Jangan kan makanan, air saja di minumkan kepadanya kembali menetes keluar. Dan yang membuat kami lebih miris adalah erangan yang keluar dari mulutnya saat Sang Ibu meminumkan air padanya. Huh…aku jadi ingin meneteskan air mata saat mengingat itu. Karena dua atau tiga hari setelah kami menjenguknya, dia telah kembali menghadap Sang Pemilik Hidup.

Guys…aku kangen banget ama kalian. Kangen saat kita sama-sama. Kangen saat kita tertawa dan nangis bareng. Semoga hubungan kita nggak akan pernah putus. Tetap menjalin hubungan baik yang udah kita bangun selama ini. Memang belum terlalu lama. Tapi sudah cukup memberikan kesan mendalam bagi kita. Karena we are not only friend, we are family.

Jumat, 08 Oktober 2010

Surat Rindu untuk Papa dan Mama


Saat kau masih kecil, jika kau di tanya ‘siapa orang yang paling kau sayangi di dunia ini?’ kau pasti akan menjawab, kedua orang tuamu, Papa dan Mama. Tapi saat kau mulai beranjak remaja, perlahan jawaban itu mulai berubah. Sudah mulai ada orang lain yang menjadi jawaban dari pertanyaan itu. Aku rasa tak perlu aku menyebutkannya, kau pun akan mengerti. Syukurnya, bagi aku sendiri jawaban itu sampai sekarang belum pernah berubah sedikit pun. Masih sama dan Insya Allah akan tetap sama.

Bagiku, bahkan bagi setiap anak, Papa dan Mama adalah orang yang tidak akan pernah ada yang bisa menggantikan. Cinta dan kasih sayang seorang kekasih bisa di cari ganti. Tapi tidak bagi cinta dan kasih sayang orang tua. Cinta dan kasih sayang mereka itu unik, berbeda, tak ada yang bisa menyamai. Seorang ibu dengan segala kelembutannya, walaupun sering di anggap lemah, percayalah dia seorang yang tangguh dalam hal hati, serta kasih sayang yang tak pernah mati bahkan dari saat kita masih dalam hitungan minggu di dalam kandungannya. Seorang ayah dengan kewibawaannya, yang terkadang saat kita masih kecil sering kita anggap galak, tapi ketahuilah, dia adalah orang pertama yang akan kebingungan bahkan mungkin menangis –walau hanya dalam hati- saat anak gadisnya terlambat pulang ke rumah atau menjadi orang pertama yang akan sibuk karena anak lelakinya merusak motor temannya.

Sebenarnya itu hanya sebagai intermezzo saja. Aku mau nulis ini karena rasa rindu aku yang udah mencapai titik akhir terhadap Papa dan Mama aku. Baru sekarang aku merasakan rindu yang sudah sangat kelewatan. Setiap yang aku lakukan itu selalu terbayang saat aku bersama kedua orang tuaku. Bahkan jika sudah tak sanggup menahan, aku bisa menangis. Padahal aku paling tidak suka menangis, bagiku itu terlalu terlihat lemah. Ya, aku tau anggapan aku itu sangat sangat salah. Menangis kan untuk menumpahkan perasaan, dan menangis adalah manusiawi. Tak salah, hanya pemikiran aku saja yang sedikit ngaco.

Mungkin hanya dari tulisan ini aku bisa mengungkapkan segala isi hatiku, yang mungkin aku belum bisa ungkapkan secara langsung.


Papa…Mama…aku disini merindukan kalian

Bahkan sangat rindu…

Disini aku mendapatkan banyak teman, yang selalu menghiburku

Tapi tetap saja selalu ada yang kurang,

Ada satu ruang yang kosong di hatiku,

Membuat aku selalu merasa hampa, bahkan hambar

Dan itu adalah tempat spesial untuk papa dan mama

Dua orang dengan semua kasih sayangnya untukku…

Hanya dari tulisan ini aku dapat berbicara

tentang semua hal yang tak sanggup aku ucapkan

hanya karena tak ingin terlihat lemah…

Hanya dari surat ini, surat yang aku titipkan lewat Tuhan

agar Ia menyampaikannya kepada mereka…

kepada Papa dan Mama

tentang semua kerinduankuu…

Papa…Mama…do’akan selalu anakmu ini

Agar mampu mewujudkan semua mimpinya,

segala angan dan impiannya

dan tetap berpegang pada keridoan Allah…


Surat rindu, untuk Papa dan Mama

Yang mungkin tidak akan pernah sanggup aku kirimkan

Hanya akan tersimpan bersama tumpukan tugas dan file-fileku

Tapi aku yakin, Papa dan Mama tau

Aku disini, merindukan mereka,

Merindukan saat-saat bersama mereka,

Saat-saat penuh kehangatan bersama mereka…


Tuhan…

jangan biarkan segala pengorbananku

untuk berpisah dengan mereka menjadi sia-sia

jangan jadikan tiap tetes air mata yang telah jatuh

hanya menjadi tetesan air biasa yang percuma